
Adzan bergemuruh berkumandang di setiap sudut kota, siang itu pukul 12.10 namun matahari masih nampak malu untuk memperlihatkan wajah cerianya, hanya awan hitam beserta rombongan angin yang siang itu tampak mendominasi menyelimuti hangatnya sinar mentari.
Aku berjalan menyusuri jalan setapak nan elok dipayungi rimbunnya pohon bambu beraroma perdu namun sebenarnya akupun tidak tahu apalah itu. setapak demi setapak aku menitih langkahku mengharap rahmat dan ridho tercurah dari-Nya karena memenuhi panggilan-Nya.